Apalah arti memiliki, ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami? Apalah arti kehilangan, ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan dan sebaliknya, kehilangan banyak pula saat menemukan.
Sesungguhnya, tugas pastor dan wartawan itu sama. Keduanya sama-sama menyampaikan pesan. Pastor menyampaikan pesan kepada umat leat khutbah dan wartawan menyampaikan pesan kepada pembaca melalui tulisan.
Pada pusara sang ayahanda, tasaro memutar ulang memorinya. Betapa berjaraknya hubungan yang mereka jalin selama ini. Ia mengingat bahwa tak banyak percakapan yang mereka lakukan demi merekatkan hubungan.
Sebagai pemuda metropolis, iqbal berjuang mengakhiri masa lalunya yang kelam, dan secerah cahaya ilahi memasuki relung-relung hatinya, dan membawanya ke alam pesantren. Tetapi ternyata perjalanan ini memunculkan amuk pergolakan di dalam hatinya.
May membisiki kin tentang empat pengunjung setia kedai yang kehidupan mereka bersilangan pak tua yang kehilangan anaknya dalam huru-hara, perempuan deasa istri pengusaha batu bara yang menjadi liar karena dimadu.
Seindah cinta yang dimiliki oleh ali dan fatimah mereka menyimpan cinta mereka dalam diam, hanya doalah yang menjadi jalan agar rasa itu tetap dapat terjaga kesuciannya. Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggung jawab. Dan disini cinta tak pernah meminta untuk dinanti.
Namaku sophie buku ini tentang aku. Bercerita tentang cinta pertamaku yang bikin jantung mau copot juga cinta keduaku. Dan, oke deh cinta ketigaku. Bukannya aku gila cowok hanya saja meskipun usiaku nyaris lima belas rasanya pikiran dan tubuh dan hatiku tidak pernah bisa sepakat mengenai apaun juga.
Raden azzam datang secara tiba-tiba dihidup haura jasmine lewat sebuah perjodohan. Jasmine yang tidak siap dengan perjodohan ini pun meminta azzam untuk mundur. Bukan karena tidak suka, melainkan jasmine si pemalas ini merasa tidak pantas bersanding dengan azzam yang selalu membawa keteduhan ditingkah laku dan tutur katanya.
Baskara hanyalah seorang anak berumur 13 tahun yang merasa tak pernah mendapatkan kasih sayang. Seumur hidup, batin dan fisiknya kerap tersiksa oleh perlakuan orang tua, dan teman-teman di sekolah.
Empat cewek yang sama-sama sekolah di SMA Benedict I ini sekilas kelihatan bahagaia, padahal mereka masing-masing menyimpan masalah.